Perkenalannya.
Sabtu, 19 Juli 2025.
Hari dimana aku memutuskan untuk membuat blog pribadiku sendiri.
Sudah terlalu banyak pemikiran yang terbendung untuk disuarakan, rindu dan seakan gerah terkekang oleh ketidakmampuan sang empu menghadapi masa-masa sulit hidupanya empat tahun kebelakang ini. Ironis sekali ia memilih untuk kabur dan diam tak bersuara -ck, sudah saatnya ia harus melahirkan pemikiran-pemikirannya kembali. Selamat Datang...
Blue Door Notes.
Menjadi nama yang kupilih untuk merangkum segala buah pemikiran dan suara-suaraku yang sekiranya harus tersampaikan. Nama tersebut tentu memiliki nilai filosofis yang sangat personal untukku dan tulisan pertamaku ini sejatinya akan didedikasikan untuk memperkenalkan bagian kecil dari diriku kepada seluruh khalayak pembaca.
Blue Door Notes sendiri berasal dari dua frasa, yaitu Blue Door dan Notes.
Inspirasi Blue Door atau pintu biru sendiri datang dari pengalamanku menonton serial "Gadis Kretek" yang dibintangi oleh sosok idolaku yang teramat sangat, Dian Sastrowardoyo. You have to trust me when I said, "I love Dian Sastro", it wasn't a joke guys. I totally love and admiring her in every aspects, I'm confident to say that I know everything about her (in a good way ya, I'm not obsessed tho).
Dikisahkan seorang perempuan Jawa yang kuat dan penuh ambisi bernama Jeng Yah tidak diperbolehkan masuk ke dalam suatu ruangan oleh sang ayah di pabrik rokok kretek milik keluarganya yang nantinya akan dia lanjutkan. Sampai pada suatu ketika ia akhirnya masuk ke dalam ruangan tersebut dan menyibak rahasia yang sangat menggores batinnya. Ruangan tersebut merupakan dapur untuk meracik saus kretek yang hanya bisa dimasuki oleh kaum laki-laki terutama yang memiliki pemahaman mengenai rokok kretek itu sendiri. Jeng yah merasa seperti dikhianati dan direndahkan oleh sang ayah padahal yang akan meneruskan usaha rokok kretek ayahnya ialah ia sendiri, tetapi bagaimana bisa ia tidak dipercaya sepenuhnya untuk menjalankan usaha tersebut dan dianggap tidak tahu apa-apa mengenai kretek. Sejak saat itu, Jeng yah sering sekali menyelinap ke kamar tersebut untuk meracik resep untuk saus krteknya sendiri yang diam-diam ia jual.
Dari sini aku merasa dan mengartikan pintu biru tersebut seakan-akan menjadi suatu simbol mengenai apa yang diketahui dan yang disembunyikan, antara apa yang dikubur dan kebenaran yang akhirnya dibuka. Pintu Biru memiliki kekuatan arti untuk akhirnya membuka atau membebaskan diri baik secara pikiran dan perbuatan. Untuk itu aku sendiri merasa pintu biru atau blue door dapat mewakili keinginanku membagikan tulisan-tulisan yang seharusnya dapat didengar dan dilihat.
Selanjutnya untuk Notes sendiri, kata tersebut memiliki arti secara harfiahnya saja. Notes berarti catatan. Sehingga Blue Door Notes secara keseluruhan dapat diartikan sebagai kumpulan catatan-catatan yang perlu disuarakan. Dicukupkan dahulu perkenalannya. Terimakasih sudah mau menyempatkan sebentar berkenalan dengan sebagian kecil dari sisi diriku. Semoga kita masih bertemu dalam tulisan-tulisan selanjutnya.

Comments
Post a Comment